Manusia Purba Akan 'Lahir Kembali' Sebagai Robot



 Sekelompok peneliti berusaha menciptakan otak manusia purba dan akan menanamkannya ke robot.DNA makhluk purba, alat penyunting gen bernama CRISPR, dan organ buatan menggunakan sel induk. Tiga hal tersebut game slot online aman terpercaya coba digabungkan oleh para ahli genetik dari University of Carolina, San Diego (UCSD) untuk 'melahirkan kembali' manusia purba ke Bumi.


Ketiga aspek yang disebutkan di atas dimanfaatkan untuk membuat otak dari Neanderthal, salah satu jenis manusia purba slot games online. Alysson Muotri, ahli genetika dari UCSD, mengatakan bahwa ia bersama timnya telah memadukan sel induk dengan DNA Neanderthal untuk membuat sebuah kumpulan jaringan yang menyerupai korteks otak besar, lapisan terluar dari otak secara keseluruhan.

Jika dibandingkan dengan otak buatan yang diciptakan dari lapisan terluar dari sel manusia, organoid dari Neanderthal tersebut memiliki perbedaan dalam hal bentuk dan jaringan neuronnya. Perbedaan itu diprediksi mampu memengaruhi kemampuan spesies tersebut dalam bersosialisasi.


BACA JUGA : 

Teknologi Canggih Masa Depan, Perlu Diketahui


"Kami mencoba untuk membuat ulang pikiran dari Neanderthal," ujar Muotri, sebagaimana detikiNET kutip dari Sciencemag, Senin (9/7/2018).

Dalam penelitiannya ini, Muotri bersama tim fokus pada sekitar 200 gen yang membedakan antara Neanderthal dengan manusia modern. Dikenal sebagai NOVA1, aspek ini berperan dalam pengembangan tahap awal pada otak manusia modern, yang juga memiliki hubungan dalam terjadinya autisme dan skizofrenia.

Lalu, dalam tahap awal pembuatan otak manusia purba tersebut, mereka memulainya dengan sel epidermis milik orang yang tidak memiliki kelainan genetis maupun gangguan neurologis dan menyetel ulang genomnya untuk mengubahnya menjadi sel induk. Kemudian, denggan CRISPR, mereka memasukkan basis sel dari Neanderthal ke dalam NOVA1 untuk menggantikan milik manusia modern.

Tim tersebut mengklaim bahwa butuh beberapa bulan bagi sel induk yang ditanami DNA Neanderthal untuk menjadi organoid. Jika dibandingkan dengan otak buatan dari manusia modern yang dibuat dengan cara dan metode yang sama, mereka menemukan bahwa sel neuron dari NOVA1 berisi DNA Neanderthal bermigrasi lebih cepat sebagai bagian dari proses pembentukan strukturnya.

Kini, Muotri Cs berniat untuk menghubungkan organoid dari Neanderthal tersebut ke robot yang menyerupai kepiting. Mereka berharap organ buatan tersebut dapat belajar mengontrol pergerakan robot tersebut. Nantinya, ia ingin membandingkankannya dengan robot-robot yang dioperasikan oleh otak buatan dari manusia modern.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASA Ajak Pelajar Rancang Robot Penggali Bulan

Gedung 7.600 Ton di Shanghai Berjalan ke Lokasi Baru dengan 198 Kaki Robot

Ada Penyandang Disabilitas yang Kendalikan Robot Pelayan Kafe di Jepang