Deretan Robot Canggih Tangani Corona COVID-19 Karya Anak Bangsa

 


Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk berupaya sekuat tenaga dalam menanggulangi pandemi virus corona. Tak terkecuali game slot online aman terpercaya akademis di Surabaya, Jawa Timur yang terus melakukan inovasi baik itu dari teknologi maupun medis.

Salah satu cara penularan virus corona COVID-19 adalah dengan droplet di mana bersentuhan fisik secara langsung bisa membuat virus ini menyebar dengan cepat. Menyikapi hal itu, sejumlah kampus di Kota Surabaya melakukan inovasi teknologi agar dapat mengurangi kontak fisik khususnya antara tim medis dan penderita.

Tak hanya itu, hasil inovasi teknologi anak bangsa ini juga berkaitan dengan proses sterilisasi ruangan untuk para pasien COVID-19 yang harus slot games online  selalu bersih. Berikut ulasan mengenai robot-robot yang diciptakan di tengah pandemi COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2020).

BACA JUGA : 

Meskipun Canggih, Robot Tak Akan Bisa Gantikan Peran Manusia di Pabrik Mobil


Robot Violeta

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggandeng Universitas Airlangga (Unair) melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) terus menghasilkan teknologi inovasi untuk penanganan wabah virus Corona . 

Kali ini, inovasi yang dihasilkan berupa robot Ultra Violet ITS – Airlangga (VIOLETA) yang berguna memudahkan proses sterilisasi ruangan untuk perawatan pasien COVID-19.

Wakil Rektor IV ITS, Bambang Pramujati PhD menuturkan, ide diciptakannya robot VIOLETA ini bermula saat beberapa dosen ITS berhasil melakukan riset penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk menghilangkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Alasan lain diciptakannya robot ini juga untuk menghindari kontak fisik dengan paparan sinar UV karena sangat berbahaya apabila mengenai manusia secara langsung. 

Robot Raisa

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA).

Robot pelayan pasien COVID-19 ini juga sekalian diserahterimakan kepada RS Universitas Airlangga (RSUA) di Gedung Pusat Robotika ITS, Selasa (14/4/2020).

Rektor ITS, Prof Dr Mochamad Ashari mengungkapkan, proyek tersebut telah dilakukan bersama dengan Unair dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk menyelesaikan satu persatu masalah yang ditimbulkan oleh ada pandemi Corona Covid-19. 

"Hari ini kami berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat untuk para tenaga medis maupun masyarakat,” ujar dia. 

Rektor yang akrab disapa Ashari ini memaparkan, RAISA telah dirancang oleh orang-orang yang handal dan tim robot ITS yang sudah memenangkan berbagai lomba di mancanegara. 

"Dengan menggandeng orang-orang medis dari RSUA, semakin melengkapi fitur pada robot yang akan dibutuhkan pasien nantinya,” ujar guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Sementara itu, Direktur Utama RSUA Nasronudin juga mengapresiasi atas hasil kerja sama yang dilakukan. Ia mengungkapkan, banyak tenaga medis di Unair membutuhkan pengaplikasian teknologi dari ITS. 

"Robot ini mampu memberikan pelayanan kepada pasien yang sedang diisolasi seperti mengantar makanan, pakaian, maupun obat-obatan,” ungkapnya.

Dokter yang akrab disapa Nasron tersebut menambahkan, walaupun dengan ada robot ini, pasien juga tetap memerlukan perawat, setidaknya intensitas interaksinya saja yang berkurang. 

"Perlunya sentuhan hati dan interaksi langsung dibutuhkan juga sesekali untuk mendukung psikologi dari pasien Covid sendiri,” ujar dokter 63 tahun tersebut.

 

Raisa Generasi Baru

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya meluncurkan robot generasi terbaru untuk menggantikan tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19 yang dinamakan "RAISA" (Robot Medical Assistant ITS-Airlangga), Jumat, 8 Mei 2020.

Rektor ITS, Surabaya, Prof Mochamad Ashari mengatakan, institusinya telah menambahkan berbagai fitur pada robot generasi terbaru RAISA yang akan bekerja pada ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU) tersebut.

"Robot ini memiliki karakteristik teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing ruangan," katanya.

Ruang ICU berisi pasien yang berada dalam keadaan pasif sampai tidak sadarkan diri, sehingga RAISA yang bekerja di ruang ICU akan berfokus pada pengamatan dan monitor kondisi vital pasien, dilansir dari Antara.

Sedangkan di ruang HCU, tempat pasien masih bisa berinteraksi dengan robot, RAISA memiliki fitur komunikasi seperti sebelumnya dan fitur tambahan untuk melakukan sensor denyut jantung, infus, dan saturasi oksigen.

Salah satu tim peneliti RAISA, Rudy Dikairono ST MT, melanjutkan bahwa untuk RAISA ICU fitur kamera yang sebelumnya sudah ada digantikan dengan kamera yang memiliki resolusi lebih tinggi guna memantau kondisi pasien secara langsung. Kamera ini memiliki fitur Pan-tilt-zoom (PTZ) yang memungkinkannya untuk berputar 360 derajat seperti kamera surveillance.

"Kamera ini kami beli kemudian dimodifikasi penempatan dan kontrolnya agar bisa terhubung ke joystick yang ada di ruang operator," ujarnya di Surabaya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASA Ajak Pelajar Rancang Robot Penggali Bulan

Gedung 7.600 Ton di Shanghai Berjalan ke Lokasi Baru dengan 198 Kaki Robot

Ada Penyandang Disabilitas yang Kendalikan Robot Pelayan Kafe di Jepang